30.4.11

Ridho Alloh.


Mencari Ridho Allah.

Hampir semua orang islam tahu betul bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini hanya mencari ridho Alloh… Kata-kata RIDHO ALLOH sendiri sangat luas artinya, sangat dalam maknanya, dan sangat banyak penjabaran serta penafsirannya…

Mari kita telusuri bahasa RIDHO ALLOH dengan pemikiran yang sederhana dan logis… dengan bahasa yang sederhana ridho berarti menerima dengan baik atau menerima dengan ikhlas…
Ridho Alloh bersama dengan Ridho orang tua..

27.4.11

Pohon Padi.


Padi semakin berisi semakin menunduk.

Jika pohon padi, semakin berisi semakin menunduk
jika manusia semakin berisi semakin tambah sombongnya, semakin tinggi angkuhnya, semakin tinggi keakuannya, arogannya..

Sering kali kita temui, entah ditempat kerja, di sekolah, dijalan, atau di tempat umum, yang namanya orang sombong, angkuh dan mau menang sendiri itu banyak. mungkin dalam dirinya tidak ada kenginan atau rasa kesombongan akan tetapi dari gerak geriknya, tingkah lakunya, perbuatannya, muncul sebuah penilaian yang seperti diatas. kita mungkin melakukannya tanpa kita sadari, akan tetapi orang disekitar kita yang bisa menilai bahwa ternyata kita memiliki salah satu sifat yang tidak terpuji tersebut. sifat tidak terpuji tersebut tidak tampak seperti dalam sinetron yang begitu fulgar

26.4.11

Mendidik Anak.


Mendidik Anak Yang Sulit Diatur

Sebagai orangtua, Anda akan merasa sangat pusing saat menghadapi anak yang sulit diatur. Gara-gara hal itu, biasanya Anda malah akan memarahi anak. Padahal sebenarnya ada cara efektif dan kreatif agar si kecil tidak lagi semaunya sendiri.

Menurut Melly Kiong, semua persoalan yang terjadi pada anak, sebenarnya awalnya karena orangtua juga.

Contohnya jika anak suka melawan, biasanya hal itu karena orangtuanya terlalu galak. Kalau anak manja, hmmm, Anda sebaiknya pikir lagi, siapa yang awalnya memanjakan anak.

Melly mengatakan, seharusnya orangtua jangan cepat menghakimi jika anak melakukan sesuatu hal yang menurut Anda salah. Sebagai orangtua, Anda juga harus melihat dari kacamata anak.

25.4.11

Riya'.


Tanda Seseorang Melakukan Riya'

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Riya’ merupakan syirik khafi (samar), yakni syirik yang bersifat rahasia,- semoga Allah melindungi kita darinya -. Sedangkan seseorang lebih tahu terhadap dirinya sendiri dibandingkan orang lain dalam masalah ini.
بَلِ الْإِنسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.” (QS. Al-Qiyamah: 14)

21.4.11

Akhlaq Islami.


Membentengi Anak Dengan Akhlaq Islami.

akhlaq islam2 

Alloh SWT berkata dalam QS al-Qalam ayat 4, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad), benar-benar berbudi pekerti yang luhur“.

Ayat ini menggambarkan bagaimana tingginya akhlaq nabi Muhamad saw, sampai-sampai Alloh SWT menyatakan secara spesifik dalam firman-Nya. Masyarakat dunia, tak terkecuali non-muslim, jika ia memahami kehidupan nabi Muhammad, akan mengakui begitu indahnya islam saat diterjemahkan oleh akhlaq rosululloh. Maka dari itu, tidak mengherankan jika banyak orang kafir berbondong-bondong masuk islam.
Dewasa ini, kita sedang dihadapkan dengan musibah besar yang melanda akhlaq masyarakat Indonesia yakni penyebaran video porno artis terkenal. Betapa tidak, hampir semua kalangan dibuat penasaran untuk melihat adegan video porno tersebut. Menyebarnya kasus ini, tentunya memiliki dampak negatif, khususnya kalau dilihat oleh anak kecil yang belum cukup umur.
Orang tua muslim yang jujur kepada Alloh yang di hatinya memiliki energi keimanan, akan merasa takut dan galau kalau anaknya menjadi korban akhlaq bejat tersebut. Ia akan berusaha sekuat tenaga membentengi anak dan keluarganya dengan akhlaq islami.

19.4.11

Kasih Sayang.


Menghayati Hidup Dengan Kasih Sayang

Secara psikologis orang yang sehat adalah orang yang mampu mendermakan cinta pada sesamanya. Sedangkan orang yang hatinya dipenuhi rasa permusuhan, dengki, cemburu dan kebencian semuanya merupakan beban mental yang menjurus pada penyakit kejiwaan.

Dalam Islam, penghayatan kasih sayang digunakanlah istilah ridha. Pengertian ridha adalah sikap yang didasari pengetahuan, kesadaran dan keyakinan bahwa kasih sayang Allah meluap memenuhi ruang dan waktu. Sesungguhnya hidup kita dalam lingkup kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sikap ridha akan selalu berpikir positif terhadap hidup karena dibalik fragmen kehidupan terkadang ada adegan-adegan yang pahit dan buram mekipun terkandung hikmah dari pancaran kasih sayang Allah.

18.4.11

Lingkungan Hidup.


Al-Quran dan As-Sunnah Tentang Lingkungan Hidup

Pendahuluan
Pendidikan yang baru dan termasuk paling penting pada masa sekarang ialah pendidikan lingkungan. Pendidikan tersebut berkaitan dengan pengetahuan lingkungan di sekitar manusia dan menjaga berbagai unsurnya yang dapat mendatangkan ancaman kehancuran, pencemaran, atau perusakan.
Pendidikan lingkungan telah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Abu Darda’ ra. pernah menjelaskan bahwa di tempat belajar yang diasuh oleh Rasulullah SAW telah diajarkan tentang pentingnya bercocok tanam dan menanam pepohonan serta pentingnya usaha mengubah tanah yang tandus menjadi kebun yang subur. Perbuatan tersebut akan mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah SWT dan bekerja untuk memakmurkan bumi adalah termasuk ibadah kepada Allah SWT.

17.4.11

Amanah.


 Amanah.

Secara etimologis kata-kata amanah, iman, aman, dan amn(=ketenangan) berasal dari akar kata yang sama yaitu ‘ham zah, mim’, dan ‘nun’ yang memiliki pangkal makna ‘aman’, ‘tenteram’, ‘tidak merasa takut’. (lih al-Mu’jam al-Araby al-Asasy, hlm 109.) Hakikat maknanya pun sa ling berkaitan erat. Iman tidak ter wujud sempurna kalau tidak ada amanah, begitu juga sebaliknya.

14.4.11

Taqwa.

 Takwa kepada Allah swt

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (QS 2. Al-Baqarah: 177)

13.4.11

Tawadhu'

KETAWADHU’AN (KERENDAHAN DIRI) RASULULLAH
“Dan rendahkanlah dirimu (hai Muhammad) terhadap orang-orang yang mengikutimu, yakni orang-orang yang beriman.” (QS. Asy Syu’ara: 215).
Ayat tersebut memerintahkan kepada Rasulullah agar beliau bersikap merendahkan diri (tawadhu’) terhadap para pengikutnya, yakni orang-orang yang beriman. Apabila Rasulullah sendiri yang jelas-jelas sebagai pemimpin dan panutan saja diperintahkan agar bersikap merendahkan diri terhadap pengikutnya, maka kita sebagai pengikut beliau tentunya tidak boleh mengabaikan berilaku tersebut. Handaklah kita senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap merendahkan diri kepada sesama manusia pada umumnya, terlebih lagi terhadap sesama mukmin.

12.4.11

Sholat Hajat.

Sholat Hajat.

“Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian sholat dua rakaat (sholat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw. Setelah itu, mengucapkan “Laa illaha illallahul haliimul kariimu, subhaanallahi….” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Salah satu sholat sunnah adalah sholat Hajat. Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan karena adanya suatu hajat, keinginan atau keperluan tertentu, baik keperluan yang berhubungan dengan duniawi ataupun ukhrawi. Sholat adalah doa. Ketika seseorang ingin keinginannya dikabulkan oleh Allah swt, maka ia sholat dan berdoa. Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang lebih dikhususkan untuk memohon kepada Allah swt agar dikabulkan segala hajat. Allah swt berfirman, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat.” (QS. Al Baqarah:45)

Shalat Berjamaah

Membiasakan si Kecil Shalat Berjamaah
 
Di bawah ini ada beberapa kiat yang dapat disimak, antara lain:
  • Tunjukkan contoh yang baik dengan melakukan pembiasaan shalat berjamaah dengan atau tanpa anak-anak. Kekompakan Anda dan pasangan dalam melakukan shalat berjamaah akan menggelitik keinginan anak-anak untuk mengikuti ritual ini.
  • Tentukan saat-saat seluruh keluarga dapat melakukan shalat bersama-sama. Misalnya saat shalat Shubuh, Maghrib dan Isya’. Jadikan hal ini menjadi kebiasaan yang secara konsisten dilakukan di dalam keluarga.