Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

26.11.11

Kekayaan.


Kunci mendapatkan kekayaan.

Kunci menjadi kaya ada dalam bekerja. Hal itu sudah menjadi sunnatullah. Sesuatu yang mustahil jika kita menginginkan hidup berlimpah harta tanpa didahului dengan bekerja. Oleh karenanya, menjadi kewajiban kita untuk selalu bekerja. Tentu saja bekerja dalam sebuah pekerjaan yang halal dan diberkahi Tuhan. Keberkahan ini menjadi penting. Tanpa keberkahan, harta yang kita peroleh dapat menjadi bala atau petaka, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kekayaan datang dari bekerja. Sebab, bekerja adalah awal datangnya rezeki dari Tuhan.

24.12.10

Ikhlas Dalam Beramal.


Ikhlas Dalam Beramal.

Diriwayatkan dari Amir al-Mukminin (pemimpin kaum beriman) Abu Hafsh Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu beliau mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ مانوي . فمن كانت هجرته الي الله ورسوله فهجرته الي الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلي ما هاجر إليه
“Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari [Kitab Bad'i al-Wahyi, hadits no. 1, Kitab al-Aiman wa an-Nudzur, hadits no. 6689] dan Muslim [Kitab al-Imarah, hadits no. 1907])

1.12.10

Menikmati hasil keringat sendiri.


Menikmati hasil keringat sendiri.

Hadist Ibnu Majah Jus 2 No. 2129 Kitabu Tijaroh (Shohih)

2129 - حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ الزُّبَيْدِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَخَادِمِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ
…dari Al Mikdam bin Ma’diikaribu Azubaidii dari Rasulullah SAW bersabda,”Tidaklah seseorang bekerja suatu pekerjaan yang lebih suci daripada hasil kerja tangannya, dan apa-apa yang ia belanjakan untuk dirinya, keluarganya, anak-anaknya dan pembantunya maka itu merupakan shodakoh”.

11.11.10

Ihsan dan Bentuk-bentuknya.


Subhanalloh, demikian agung agama ini yang memerintahkan agar penganutnya berbuat kebaikan (Ihsân) dalam segala hal dan terhadap segala sesuatu; manusia, binatang, dan hal-hal lainnya. Apa makna Ihsân yang sebenarnya? Apa sajakah bentuk-bentuknya? Termasuk Ihsan kah bila kita memperlakukan binatang dengan baik?

Naskah Hadits:
Dari Syaddad bin Aws, dia berkata, “Dua hal yang telah aku ingat-ingat berasal dari Rasululloh Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam, beliau bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Alloh Ta’ala telah mewajibkan agar berbuat ihsan (baik) terhadap segala sesuatu. Bila kamu membunuh, maka bunuhlah secara baik dan bila kamu menyembelih, maka sembelihlah secara baik dan hendaklah salah seorang diantara kamu menajamkan mata pisaunya, lantas menenangkan binatang sembelihannya.’” (HR: Muslim)

20.8.10

Diam Saat Khutbah Jum’at


Di antara syiar Jum’at yang paling besar ialah dua khutbah. Diantara adab orang yang mendengarkannya ialah diam dan mendengarkan khatib selama dua khutbah itu disampaikan, agar dia dapat menyerap nasihatnya dan mengamini doanya. Karena itulah Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa Salam memperingatkan berkata-kata ketika khutbah disampaikan, meski dengan ucapan yang singkat. Seseorang yang berkata kepada rekan di sampingnya, “Diamlah!” ketika imam menyampaikan khutbah, berarti dia telah mengucapkan perkataan yang rusak, karena dia melakukan sesuatu yang menafikan perhatian terhadap khutbah.